I. Sejarah Perkembangan Kopi di Dunia
Tanaman kopi adalah suatu jenis tanaman
tropis, yang dapat tumbuh dimana saja, terkecuali pada tempat-tempat
yang terlalu tinggi dengan temperatur yang sangat dingin atau
daerah-daerah yang tandus yang memang tidak cocok bagi kehidupan
tanaman. Daerah-daerah di bumi ini yang tidak cocok untuk ditanami
tanaman kopi, yaitu pada garis Lintang Utara Lautan Pasifik, daerah
tropis di gurun Sahara, dan garis Lintang Selatan seluruh Lautan Pasifik
serta Australia disebelah Utara dimana tanahnya sangat tandus.
Pada mulanya orang minum kopi bukanlah
kopi bubuk yang berasal dari biji, melainkan dari cairan daun kopi yang
masih segar atau ada pula yang menggunakan kulit buah yang disedu dengan
air panas. Sudah barang tentu rasanya tidak seenak kopi bubuk, namun
dapat juga menyegarkan badan, sehingga penggemarnyapun belum begitu
meluas. Setelah ditemukan cara memasak kopi bubuk yang lebih sempurna,
yaitu menggunakan biji kopi yang masak kemudian dikeringkan dan
dijadikan bubuk sebagai bahan minuman, akhirnya penggemarnya cepat
meluas. Negara pemakai kopi pertama-tama adalah Arabia (pertengahan abad
XV) dan kemudian menyebar luas di negara Timur Tengah, seperti Kairo
pada tahun 1510 dan Konstantinopel (Turki) lebih kurang pada tahun 1550.
Selanjutnya pada tahun 1616 kopi ini mulai masuk Eropa, yakni di
Venesia. Sedangkan di Inggris pemakaian kopi baru pada tahun 1650.
Sampai sekarang kita ketahui bahwa kopi
dan teh merupakan dunia yang sangat penting di dunia Barat. Walaupun
asal kopi itu dari negara Afrika, tetapi sedikit sekali penduduk asli
yang minum kopi. Di Ethiopia, kopi itu diminum dengan makanan lemak,
selain bijinya daunnya pun dapat disedu dengan air panas.
Nama-nama jenis tanaman kopi sulit
ditentukan, karena spesies ditentukan oleh beberapa pengarang buku dari
25 sampai 100 lebih. Wellman (1961) menyusun daftar sebanyak 64 spesies,
tetapi ada yang dianggap hanya sebagai varietas saja. Maka jenis
spesies yang tepat kurang lebih ada 60. Kebanyakan spesies itu terdapat
di Afrika Tropis, yaitu sebanyak 33 Spp, 14 Spp di Madagaskar, 3 Spp di
Mauritius dan Reunion, 10 Spp di Asia Tenggara.
Ditinjau dari segi ekonomis, Spp yang
terpenting ialah (Coffea arabica = kopi Arabika) yang menghasilkan 90%
dari kopi dunia pada waktu belum ada Robusta (J.E. Purseglove); Coffea
canephora 9% dan Coffea liberica kurang dari 1%.
Spesies-spesies yang banyak dipakai berdasarkan sejarah perkembangan tanaman kopi di dunia adalah sebagai berikut:-
Kopi Bungalensis heyne et Wild; terdapat secara liar di Benggala, Birma, Sumatera, dan adapula yang terdapat di India
-
Kopi Congensis, Froehn. Berasal dari Congo, kopi ini mirip dengan
kopi Arabika yang disilang dengan Coffea canephora menjadi hibrida
Congesta di Jawa. Mungkin satu bentuk dari Coffea canephora.
-
Kopi Eugenioides, S. Moore. Berasal dari Congo, Uganda, dan Tanzania,
sedikit mirip dengan Coffea arabica. Kopi ini banyak pula ditanam,
tetapi kandungan Coffein rendah.
-
Kopi Exselsa, A. Chev. Berasal dari Afrika Barat, bisa tumbuh sampai
tinggi, daun besar, buah juga besar tapi tetapi biji kecil. Tanaman ini
baik di Afrika Barat maupun Filipina, sedangkan di Jawa tidak banyak
ditanam. Kopi ini banyak digolongkan Coffea liberica, tetapi buah dan
biji jauh lebih kecil.
-
Kopi Recemosa, Lour. Berasal dari Mozambik dan kopi ini banyak
ditanam di daerah setempat. Tanaman berbentuk perdu bercabang banyak,
buah kecil berwarna merah.
-
Kopi Stenophylla G. Don. Berasal dari Afrika Barat dan banyak ditanam
di sana, pohon kecil, bila buah masak berwarna biru hitam, biji lebih
kecil daripada Arabika dan rasanya kurang enak.
- Kopi Zangeubarise Lour. Berasal dari Zanzibar, di daerah asal tersebut kopi banyak ditanam. Buah dan biji mirip dengan kopi Arabika.
Categories :
0 komentar:
Posting Komentar