Manfaat Buah Tomat
Tomat adalah komoditas hortikultura yang
penting dan merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari
orang karena rasanya enak, segar dan sedikit asam. Banyak sekali
penggunaan buah tomat, antara lain sebagai bumbu sayur, lalap, makanan
yang diawetkan (saus tomat), buah segar, atau minuman (juice). Buah
tomat mengandung banyak vitamin (A, C dan juga vitamin B).
Diskripsi tanaman Tomat
Tanaman tomat termasuk jenis tanaman
perdu semusim, berbatang lemah dan basah, daunnya berbentuk segitiga,
bunganya berwarna kuning, buahnya buah buni, hijau waktu muda dan kuning
atau merah waktu tua, berbiji banyak, berbentuk bulat pipih, putih atau
krem, kulit biji berbulu.
Syarat Tumbuh
Tanaman tomat dapat tumbuh pada
ketinggian tempat 0 - 1.250 m dpl, dan tumbuh optimal di dataran tinggi
>750 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhannya adalah 23°C pada siang
hari dan 17°C pada malam hari. Tanah yang dikehendaki adalah tanah
bertekstur liat yang banyak mengandung pasir. Dan, akan lebih disukai
bila tanah itu banyak mengandung humus, gembur, sarang, dan berdrainase
baik. Sedangkan keasaman tanah yang ideal untuknya adalah netral, yaitu
sekitar 6 - 7.
Penyiapan Lahan Bercocok Tanam Tomat
Untuk bercocok tanam tomat dipilih lahan
gembur, subur dan sebaiknya sebelumnya tidak ditanami tomat atau
tanaman satu famili, seperti : cabai, terong, tembakau dan kentang. Bila
pH tanah rendah diberi kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta
diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam. Buatlah bedengan selebar
120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal.
Untuk drainase dibuat parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan
kedalaman 30 cm untuk pembuangan air. Berikan pupuk kandang sebanyak 10 -
20 ton/ha yang dicampur dengan tanah secara merata. Bila menggunakan
mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari. Lubang tanam dibuat
dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8
cm sedalam 15 cm.
Sterilisasi tanah media dilakukan dengan
memberikan bahan kimia Besamid 3 G dengan dosis 70 gram untuk media
tanam sebanyak 1m3 atau menggunakan formalin 4%.
Pengadaan Benih Tomat
Pengadaan benih tomat dapat dilakukan
dengan dua cara, yakni dengan membeli benih yang siap semai atau dengan
membuat benih sendiri. Apabila pengadaan benih tomat dilakukan dengan
cara membeli, hendaknya membeli di toko pertanian yang terpercaya
menyediakan benih yang bermutu dan bersertifikat. Pengadaan benih yang
dilakukan dengan membuat sendiri adalah sebagai berikut: 1) Pilih buah
tomat dari tanaman tomat yang petumbuhannya dan produksinya yang bermutu
baik. Buah yang dipilih adalah buah tomat yang telah masak dan tua dan
masak di pohon. Buah sehat dan tidak terserang hama ataupun penyakit. 2)
Buat setelah dipetik dibiarkan sampai merekah dan berair (2 - 3 hari).
3) Biji-biji diambil setelah buah tomat merekah dan cucilah dengan air
bersih, kemudian dikeringkan sehingga kadar airnya paling tinggi 12%.
Biji-biji tomat yang telah dikeringkan dapat langsung disemaikan atau
disimpan terlebih dahulu dalam wadah, misalnya kaleng atau botol kering
sambil menunggu saatnya untuk disemaikan.
Pembibitan Tomat
Tanaman tomat berkembang biak secara
generatif atau melalui biji, maka perbanyakan bibit tomat dilakukan
dengan bijinya. Sebelum ditanam di kebun, biji-biji tomat sebaiknya
disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Pemindahan bibit ke
lapang dilakukan sewaktu bibit berumur 1 bulan atau daunnya telah
berjumlah 4 helai. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Gondol,
Intan, Ratna dan Berlian. Kebutuhan benih 200 – 300 gram/ha.
Penanaman
Bibit siap tanam beruumur 3 - 4 minggu,
berdaun 5-6. Sehari sebelum penanaman sebaiknya bedengan diairi dahulu.
Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang
telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut,
kemudian dibuat lubang tanam baru. Penyiraman dilakukan tiap hari sampai
tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), namun tidak berlebihan karena
tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan
mudah terserang penyakit. Ajir dipasang sedini mungkin supaya akar
tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat.
Pemupukan
Pupuk yang digunakan untuk 1 Ha adalah
urea 150 kg, TSP 100 kg dan KCL 50 kg. Pemupukan TSP dan KCL diberikan
pada saat tanam dan urea diberikan 14 hari setelah tanam sebanyak 75 kg
dan sisanya 35 hari setelah tanam.
Penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut gulma menggunakan tangan atau alat penyiang lainnya.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman tomat
Hama ulat yang menyerang tanaman muda
dengan memotong batang dan tangkai adalah Agrotis ipsilon dapat
disemprot dengan Hostathion 40 EC dan Dursban 20 ES. Hama Heliothis
armigera yang menyerang buah menjadi bolong dapat diberantas dengan
menggunakan Diasenon 60 EC. Rhizoktonia sp dan Pythium sp yang menyerang
pesemaian dapat diberantas dengan Dhitane M-45. Penyakit busuk daun
(Phytopthorasp) dapat diberantas dengan bubur bordeux. Penyakit layu dan
virus keriting dikendalikan dengan mencabut tanaman yang terserang
penyakit lalu dibakar.
Panen Tomat
Panen tomat dilakukan sesuai dengan
tujuan pemasarannya sehingga perlu diperhitungkan lama perjalanan sampai
di tujuan. Sebaiknya tomat berada di pasaran pada saat masak penuh,
tetapi tidak terlalu masak atau busuk. Pada saat masak penuh itulah
tomat memperlihatkan penampilannya yang terbaik. Jika tujuan pemasaran
adalah pasar lokal yang jaraknya tidak begitu jauh, dapat ditempuh dalam
beberapa jam, panen sebaiknya dilakukan sewaktu buah masih berwarna
kekuning-kuningan. Sedangkan untuk pemasaran ke tempat yang jauh atau
untuk di ekspor, buah sebaiknya dipetik sewaktu masih berwarna hijau,
tetapi sudah tua benar. Atau 8-10 hari sebelum menjadi masak (berwarna
merah). Umur petik tergantung varietas tomat yang ditanam dan kondisi
tanaman. Umumnya buah tomat dapat dipanen pertama pada waktu berumur 2
atau 3 bulan setelah tanam. Panen dilakukan beberapa kali, yaitu antara
10-15 kali pemetikan buah dengan selang 2-3 hari sekali. Pemetikan dapat
dilakukan pagi atau sore hari. Dan, diusahakan buah yang dipetik tidak
jatuh atau terluka. Karena hal ini dapat menurunkan kualitas dan dapat
menjadi sumber masuknya bibit penyakit.
Categories :
0 komentar:
Posting Komentar