Potensi yang dimiliki seseorang bisa
berkembang atau tidak, itu tergantung pada pribadi yang bersangkutan dan
lingkungan dia berada. Beberapa hambatan yang sering terjadi dalam
pengembangan potensi diri adalah sebagai berikut:
-
Hambatan yang berasal dari lingkungan; Lingkungan merupakan salah satu faktor penghambat dalam pengembangan potensi diri. Hambatan ini antara lain disebabkan sistem pendidikan yang dianut, lingkungan kerja yang tidak mendukung semangat pengembangan potensi diri, dan tanggapan atau kebiasaan dalam lingkungan kebudayaan.
-
Hambatan yang berasal dari individu sendiri; Penghambat yang cukup besar adalah pada diri sendiri,misalnya sikap berprasangka, tidak memiliki tujuan yang jelas, keengganan mengenal diri sendiri, ketidak mampuan mengatur diri, pribadi yang kerdil, kemampuan yang tidak memadai untuk memecahkan masalah, kreativitas rendah, wibawa rendah, kemampuan pemahaman manajerial lemah, kemampuan latih rendah dan kemampuan membina tim yang rendah.
Konsep diri merupakan cara orang
memandang diri dengan situasi disekelilingnya. Konsep diri ini merupakan
siapa saya menurut pikiran saya, dalam posisi mana saya berada dan apa
yang boleh dan tidak boleh saya lakukan. La Rose dalam bukunya
"Pengembangan Pesona Pribadi" menguraikan konsep tersebut sebagai
berikut:
-
Golongan yang menyerah total, merupakan golongan yang gampang menyerah sebelum berusaha.
-
Golongan tidak menyerah total, merupakan golongan yang mau bekerja dan mempunyai cita-cita, tetapi tidak mau bekerja lebih keras lagi dan cenderung menyerah. Sebenarnya golongan ini tidak puas dengan apa yang diraih tetapi tidak mau bekerja lebih keras dan menerima tanggung jawab.
-
Golongan yang tidak pernah menyerah, merupakan golongan yang tidak membiarkan perasaan putus asa atau pesimis, menjalani hidup secara optimis, dan merasa kehidupan sebagai tantangan, ingin berhasil dan memiliki pribadi yang berkualitas.
Sedangkan Jhon Robert Power dalam
programpengembangan pribadi mengklasifikasikan konsep diri menjadi empat
klasifikasi, yaitu: sebagai penonton (people who watch things happen),
sebagai obyek (people to whom things happen), sebagai orang buta (people
who don't know what is happening), dan sebagai pelaku (people who make
things happening).
3) Membuat rancangan pengembangan diri sendiri
Dalam pengembangan diri juga memerlukan
gizi. Istilah ini dicetuskan oleh La Rose. Adapun gizi untuk
pengembangan potensi diri itu antara lain:
- Bergaul dengan orang yang bukan satu profesi, untukmemperoleh peluang-peluang dan tantangan.
- Pilihlah teman yang bisa diajak berdiskusi dan tidak mudah tersinggung serta mau memberikan umpan balik yang sesuai dengan realita.
- Bersikap dan berpikir positif tentang sesama.
- Biasakan mengucapkan terima kasih.
- Biasakan mengatakan hal-hal yang menghargai orang lain.
- Biasakan berbicara efektif.
Selain hal-hal tersebut di atas kiranya setiap pribadi selalu melaksanakan koreksi dan merenungkan hakekat diri.
Sebelum melaksanakan aktualisasi diri, tentunya anda perlu membuat
rencana pengembangan potensi diri. Langkah-langkah yang disarankan
adalah sebagai berikut:- Menentukan sasaran yang jelas;
- Menentukan cara menilai keberhasilan;
- Mensyukuri kemajuan walaupun hanya sedikit;
- Berani mengambil resiko. Setiap perubahan pasti mengundang resiko berhasil maupun resiko gagal;
- Perkembangan itu diatur oleh diri anda sendiri, bukan orang lain;
- Memanfaatkan setiap kesempatan yang ada;
- Terbuka untuk belajar dari siapa saja dalam kontek untuk mengembangkan potensi diri;
- Belajar dari kesalahan dan selalu bersikap realistis;
- Jangan hanya berbicara, tetapi kerjakan yang anda ucapkan.
Categories :
0 komentar:
Posting Komentar